Sabtu, 19 September 2015

Jemaah Haji indonesia Harus Pahami Kondisi Darurat


Jemaah Haji Harus Pahami Kondisi Darurat

Jakarta – Menteri Agama Suryadharma Ali minta jemaah haji untuk memahami kondisi daruratdalam menjalankan ibadah di tanah suci, khususnya pada puncak ritual haji di Mekkah.

Karena itu tak ada jalan lain, yaitu harus meningkatkan kesabaran selama berada di tanah suci, katanya tatkala melepas kelompok terbang (Kloter) pertama jemaah haji JKG I dari Bandara Soekarno- Hatta, Jakarta, Jumat.

Ikut melepas Kloter pertama nasional itu antara lain Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Ketua Komisi VIII DPR Ida Fauziah, Dirut PT Garuda Emirsyah Satar, para pejabat dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM.

Ia menjelaskan, yang dimaksud kondisi darurat adalah memahami keadaan yang berbeda dengan di tanah air. Jika di tanah air untuk mandi dapat dilaksanakan tanpa mengantre, sedangkan di sana harus menyesuaikan diri dengan antre.
paket umroh akhir tahun 2015 - travel umroh di bekasi - travel umroh di jakarta - promo paket umroh desember 2015

Juga jika di tanah air masuk mobil dibukakan, tapi di sana bisa terjadi saling berebut. Juga ketika makan. Di Madinah dilayani, tapi di Mekkah cari sendiri. Apalagi ketika puncak haji. Saling desak masuk Masjidil Haram dan terinjak orang dari negara lain bisa terjadi. Kondisi kedaruratan semacam ini harus dipahami dengan cara meningkatkan kesabaran, kata Menag.

Suryadharma Ali mengatakan, pemerintah telah berupaya meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji di Arab Saudi,terutama pondokan di Mekkah. Tapi untuk musim haji 2012 ini upaya mendekatkan pondokan dengan Masjidil Haram tak bisa dilakukan lagi seperti tahun lalu.

Pasalnya, pondokan haji yang dulu berjarak 2,5 km dinilai terjauh kini tergolong paling dekat. Hal ini sebagai konsekuensi dari dampak perluasan Masjidil Haram. Bangunan hotel terdekat sudah tak ada lagi karena dibongkar.

Jangan ragu

Terkait dengan hal itu, ia minta jemaah haji untuk tidak merasa ragu mendatangi pusat kesehatan haji bila merasa tak sehat. Di sana pelayanan kesehatan beroperasi selama 24 jam. Menjaga kesehatan amat penting. Jangan sayang dengan uang untuk membeli buah-buahan dan makanan lain.

“Uang jangan disayang hanya karena untuk membeli oleh-oleh,” kata Menag yang disambut tawa hadirin.

Pada akhir pengarahannya, Menag mengimbau jemaah haji untuk bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan yang ada di Tanah Suci. Menjaga kehormatan bangsa amat penting selama menunaikan ibadah haji.

Usai menutup pengarahan, Menag Suryadharma Ali memimpin seluruh jemaah membaca talbiah bersama-sama.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar